Vektor
Sebagai
contoh yang mudah untuk dipahami dari sebuah vektor adalah vektor posisi. Untuk menentukan posisi sebuah titik
relatif terhadap titik yang lain,
kita harus memiliki sistem koordinat. Dalam ruang berdimensi tiga, dibutuhkan sistem koordinat, x, y,
z untuk mendiskripsikan posisi suatu titik relatif terhadap suatu titik asal (O). Vektor posisi suatu titik P, relatif
terhadap titik asal digambarkan di bawah ini.
Penjumlahan
Vektor
Dari konsep vektor
posisi juga dikembangkan konsep penjumlahan vektor.
Vektor posisi
titik A adalah ~A, sedangkan posisi titik B ditinjau dari titik A
adalah B.
Vektor posisi titik B adalah vektor ~C, dan ~C dapat
dinyatakan
Negatif dari suatu
vektor ~A dituliskan sebagai −~A dan didefinisikan sebagai
sebuah vektor
dengan besar yang sama dengan besar vektor ~A tetapi
dengan arah yang
berlawanan, sehingga ~A + (−1)~A = 0. Dari sini konsep
pengurangan vektor
muncul, jadi
~A
− ~B = ~A + (−1)~B.
Aljabar vektor
bersifat komutatif dan asosiatif. Jadi ~A + ~B = ~B + ~A, dan
~A
+ (~B + ~C ) = (~A + ~B) + ~C
Dalam ruang
berdimensi tiga terdapat paling banyak tiga vektor yang
dapat saling tegak
lurus. Vektor-vektor yang saling tegak lurus ini dapat
dijadikan
vektor-vektor basis. Dalam sistem koordinat kartesan, sebagai
vektor-vektor
basis biasanya diambil vektor-vektor yang mengarah ke arah
sumbu x, y, dan z positif,
dan diberi simbol ˆx, ˆy, dan ˆz. Vektor-vektor basis
ini juga dipilih
bernilai satu. Sehingga sebarang vektor ~A dalam ruang
dimensi tiga dapat
dinyatakan sebagai jumlahan vektor-vektor basis dengan
koefisien-koefisien
Ax,Ay,Az yang
disebut sebagai komponen vektor dalam
arah basis x, y dan z.
Ặ= Axˆx + Ay ˆy + Az ˆz
Dari trigonometri
dapat diketahui bahwa bila sudut antara vektor ~A
dengan sumbu x, y, dan z adalah
_x, _y, dan _z, maka
Ax = Acos θx,
Ay = Acosθy, dan Az = Acos θz,
dengan A adalah besar Ặ. Dari teorema Phytagoras, diperoleh bahwa A2 = A2x + A2y + A2z
Perkalian
Dua buah vektor
dapat ‘diperkalikan’. Konsep perkalian antar vektor sangat
bermanfaat dalam
perumusan berbagai persamaan-persamaan fisika. Konsep
perkalian dalam
vektor sangat berbeda dengan sekedar memperkalian dua
buah bilangan
(skalar), dan memiliki definisi tersendiri. Dua buah vektor
dapat diperkalikan
menghasilkan sebuah skalar ataupun sebuah vektor baru.
Perkalian yang
menghasilkan skalar disebut sebagai perkalian skalar atau
perkalian titik (dot
product), dan didefinisikan sebagai
~A· ~B = AB cos θ
dengan _ adalah
sudut antara vektor ~A dan ~B . Besar vektor ~C = ~A + ~B

