Translate

Rabu, 20 Mei 2015

Resensi "Belajar Aktif dengan Otak Teraktif"

Judul Buku                  : Belajar Aktif dengan Otak Teraktif
Penulis                         : Mamanto Fani
Jumlah Halaman          : (iv + 163 halaman)
Penerbit                       : Gramata Publishing
Tahun Terbit                : 2014

Satu hal yang hingga saat ini dicari oleh para pembelajar, terutama mereka yang tengah menempuh pembelajaran di jenjang pendidikan formal adalah bagaimana formulasi belajar efektif yang pas bagi diri sendiri.
Tantangan dan beban belajar semakin berat. Persaingan untuk berprestasi dalam belajar dan dalam hidup pun semakin ketat. Semua tantangan itu membutuhkan solusi, yaitu bagaimana metode belajar yang efektif bagi setiap orang yang belajar dan bagaimana pula agar proses belajar itu harus dijalani dengan penuh kesenangan. Sehingga, si pembelajar tidak malas, tidak bosan, bahkan sebaliknya menjadi ketagihan belajar.
Dalam konteks belajar metode belajar terbaik adalah bila metode itu bersesuaian dengan potensi terbaik yang dimiliki seseorang. Potensi terbaik di sini adalah kecerdasan atau bakat alami yang sudah dianugerahkan Tuhan kepada setiap orang. Pada perkembangan ilmiah tentang penemuan bakat alami dan kepribadian seseorang, di Indonesia sekarang sudah ditemukan konsep STIFIn bersama finger print test-nya. Sebuah konsep yang merupakan sintesa dari berbagai teori tentang kecerdasan dan kepribadian untuk menemukan secara simple dan akurat jenis kecerdasan dan kepribadian seseorang.
STIFIn yang beraliran Jungian mengelompokkan semua orang di atas dunia ke dalam lima jenis kecerdasan, yaitu Sensing (S), Thinking (T), Intuiting (I), Feeling (F), dan Insting (In). STIFIn mengelompokkan jenis kepribadian menjadi sembilan jenis kepribadian genetic yaitu, Sensing introvert (Si), Sensing ekstrovert (Se), Thinking introvert (Ti), Thingking ekstrovert, Intuiting introvert (Ii), Intuiting ekstrovert, Feeling introvert (Fi), Feeling ekstrovert (Fe) serta Insting (In). Dalam konsep STIFIn, semua jenis kecerdasan dan kepribadian itu berpengaruh langsung dalam kehidupan seseorang yang oleh karenanya pula harus diaplikasikan dalam berbagai hal kehidupan.
Konsep STIFIn meletakkan lima kecerdasan itu pada dimensi personalitas yang merupakan dasar seseorang yang belum diapa-apakan. Masing-masing tipe kecerdasan memiliki jalannya sendiri untuk sampai ke dimensi paling tinggi, yakni spiritualitas (Personalitas, Mentalitas, Moralitas, Spritualitas).  
Dalam konsep STIFIn, kepribadian terbentuk dari bertemunya kecerdasan dengan apa yang disebut sebagai kemudi; Introvert (i) dan ekstrovert (e), sedangkan jenis kendaraannya adalah mesin kecerdasan. Fungsi dominan otak mereka yang introvert ada di sebelah dalam, sedangkan ekstrovert ada di sebelah luar. Seseorang berkepribadian introvert lebih cenderung termotivasi oleh hukuman, sedangkan mereka yang ekstrovert lebih mudah termotivasi oleh hadiah. Itu kalau dilihat dari sisi motivasinya.


Belajar dengan bakat alami

Ketika Anda sudah mengetahui bakat alami, Anda sudah langsung dapat mengetahui cara belajar apa yang paling pas untuk pribadi seperti Anda untuk dilaksanakan.
Gaya belajar orang Sensing adalah dengan mencontoh, yang berarti memaksimalkan kapasitas memorinya dan kehebatan pancainderanya. Oleh karena itu, cara belajar yang pas adalah dengan mencontoh apa yang ditangkap pancainderanya sedetail mungkin, kemudian menyimpan di dalam memorinya yang daya ingatnya di atas rata-rata.
Gaya belajar orang Tinking dengan menganalisa. Maksudnya adalah dengan melihat cara kerja, durasi, hasil dan sebagainya. Dengan menganalisa, merumuskan dan menalarkan, ilmu dan informasi yang didapat akan tersimpan di dalam otaknya.
Gaya belajar orang Intuiting adalah dengan mencari ide dan pola. Orang Intuiting senang membaca berbagai referensi, baik cetak maupun visual seperti slide. orang Intuiting mencari pola atau kesamaan dari semua informasi, sehingga dia bisa menyimpulkan benang merah yang sedang dipelajarinya. Informasi yang menancap atau tersimpan di kepalanya dapat dikembangkan lebih detail lagi.
Gaya belajar orang Feeling adalah dengan melalui orang. Maksudnya, orang Feeling membutuhkan mediator pembelajaran untuk menyerap ilmu berupa orang. Pendengaran dan interaksi interpersonalnya membuat proses belajarnya lebih mudah.
Gaya belajar orang Insting adalah dengan merespon secara cepat dan merangkum. Sebenarnya orang insting bisa belajar memakai gaya belajar semua mesin kecerdasan. Maka bagi orang insting, temukan intinya, rangkum semua masalah baru kemudian dirinci ke pengkal permasalahan yang sedang dipelajarinya.

Kelebihan
Buku ini mempunyai judul yang sangat menarik bagi pembaca karena singkat tetapi padat dalam makna. Buku ini juga memiliki pem­visual-an yang cukup menarik, sehingga banyak menarik minat pembaca terutama yang masih usia muda atau pelajar.
Buku ini menjelaskan bahwa setiap manusia dilahirkan dengan kekhassan masing-masing. Dan setiap manusia mempunyai bakat alami dalam belajar sehingga setiap seseorang mempunyai gaya belajar sendiri sesuai bakat masing-masing individu.
Buku ini juga menjelaskan bahwa otak teraktif adalah bakat alami kita. Jika kita belajar dengan bakat alami atau metode belajar yang kita gunakan sesuai dengan bakat alami kita maka hasil belajar kita akan memuaskan. Karena untuk belajar yang enjoy, untuk belajar yang terus bertumbuh, untuk belajar yang mngantarkan kepada keahlian, untuk belajar yang penuh cinta dan belajar sepenuh hati, kata kuncinya adalah belajarlah dengan bakat alami atau otak teraktif.
Di dalam buku ini tertulis bahwa, berdasarkan teori belahan otak dari seorang neorosaintis (Ned Herman), otak terdiri dari neokortek kiri, limbic  kiri, neokortek kanan, limbic kanan plus satu bagian, yaitu otak tengah. Diantara bagian-bagian otak ini terdapat satu belahan atau bagian yang paling aktif dan mendominasi dari bagian yang lain. Bahkan juga dalam melakukan aktivitasnya, ada bagian otak yang memimpin bagian otak yang lain. Bagian itu pula memunculkan kekhassan diri Anda dari orang lain.
Buku ini menawarkan sebuah konsep formulasi pembelajaran tentang penemuan bakat alami dan kepribadian seseorang yang disebut konsep STIFIn. Sebuah konsep yang merupakan sintesa dari berbagai teori tentang kecerdasan dan kepribadian untuk menemukan secara simple dan akurat jenis kecerdasan dan kepribadian seseorang.
STIFIn adalah penyederhanaan dari bagian otak teraktif yang titik tolak awalnya adalah teori Carl Gustav Jung yang kemudian disempurnakan oleh Farid Poniman sebagai penemu STIFIn dengan satu bagian lagi, yaitu In (Insting). STIFIn yang beraliran Jungian ini mengelompokkan jenis kecerdasan dalam lima jenis kecerdasan yaitu; S (Sensing) mewakili limbic kiri sebagai bagian otak teraktif, T (Thinking) mewakili neokortek kiri sebagai bagian otak teraktif, I (Intuiting) mewakili neokortek kanan sebagai bagian otak teraktif, F (Feeling) mewakili limbic kanan sebagai bagian otak teraktif, dan In (Insting) mewakili midbrain (otak tengah) sebagai otak teraktif. STIFIn mengelompokkan jenis kepribadian menjadi sembilan jenis kepribadian genetic yaitu, Sensing introvert (Si), Sensing ekstrovert (Se), Thinking introvert (Ti), Thingking ekstrovert, Intuiting introvert (Ii), Intuiting ekstrovert, Feeling introvert (Fi), Feeling ekstrovert (Fe) serta Insting (In). Dalam konsep STIFIn, semua jenis kecerdasan dan kepribadian itu berpengaruh langsung dalam kehidupan seseorang yang oleh karenanya pula harus diaplikasikan dalam berbagai hal kehidupan.


Kelemahan
Berdasarkan yang termuat dalam buku ini, meskipun konsep yang dipaparkan sangat bagus akan tetapi prosentasi keberhasilan konsep STIFIn ini tidak dipaparkan semua, sehingga pembaca masih meragukan tingkat keakuratan konsep STIFIn dalam menemukan secara simple kecerdasan dan kepribadian seseorang. Sebaiknya data yang dimasukkan cukup rinci sehingga pembaca yakin untuk menerapkan konsep formulasi belajar STIFIn.

Profil Penulis
Mamanto Fani adalah seorang trainer, writer dan inspirator certified NNLP Practitioner, licensed STIFIn promoter dan alumni Akademi Trainer besutan Inspirator Sukses Mulia Jamil Azzaini. Pria kelahiran Pematang Panjang, Sumatera Barat, 28 November 1980 ini menempuh pendidikan formal strata satu (S-1) di Fakultas Peternakan Universitas Andalas Padang dan (S-2) di program Magister Manajemen Uiversitas Negeri Padang ( belum selesai ).
Sejak tahun 2002, anak ketiga dari pasangan Sultan Fakhrudin (alm) dan Yuslini ini sudah aktif menulis di media masa dan tahun 2009 menerbitkan buku. Merintis aktivitas sebagai pembicara berbagai tema di berbagai tempat, seperti perusahaan, organisasi mahasiswa, pelajar pada bidang pengembangan diri, keorganisasian dan pemberdayaan masyarakat. Pada tahun 2006 ikut mendirikan dan bergabung pada Abdurrahman Bin Auf Leadership & Entrepreneurship Center di Pekanbaru.
Pada tahun 2009 penulis menikah dengan kekasih hatinya, Ns. Vesdiana, S.Kep. Hingga kini sudah dikarunia 2 orang putrid dan 1 orang putra. Ketiga buah hatinya adalah Delila Tsurayya Mantofani, Rodhia Adiva Mantofani dan Muhammad Gathfan Mantofani.
Dalam organisasi mahasiswa dan kepemudaan, Maman pernah menjadi Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Sumatera Barat tahun 2003-2004 dan ketua Biro Pengembangan Organisasi PP KAMMI tahun 2004-2006. Penulis juga pernah menjadi pengurus KNPI Sumatera Barat Periode 2010-2013. Pada tahun 2009 Mamanto Fani merintis karir politik dan menjadi anggota DPRD Kabupaten Sijunjung periode 2009-2014.
Pada tahun 2011 Maman memperdalam ilmu parenting dengan mengikuti program sekolah pengasuhan anak (PSPA) di Bandung dan juga mengikuti program disiplin anak (PDA) sebagai lanjutan di Auladi Parenting Schools.
Di dunia trainer, Mamanto juga aktif meningkatkan keahlian training di Akademi Trainer. Ia mengikuti Trainer For Trainers (TFT) dan Workshop STIFIn Level (WSL) 1 dan (WSL) 2 di Jakarta. Maman juga ikut mendalami STIFIn Tematik, terutama STIFIn Parenting, STIFIn Learning dan Profession yang diselenggarakan oleh KUBIK. Sedangkan, di Akademi Trainer Maman mengikuti program Trainer Bootcamp & Contest (TBnC) di Bogor. Dia juga tergabung sebagai member Gold di Trainerlaris.com
Dalam mengoptimalkan perannya di dunia training dan ikut aktif mengispirasi Indonesia, penulis buku “Hidup Sekali Mesti Berarti” Ini mendirikan lembaga pelatihan Manusia Juara Learning Center Sijunjung dan mengembangkan HAMKAMUDA Training & Consulting Center. Dia juga mendirikan Rumah Pintar Manusia Juara. Tulisan-tulisannya pernah di muat di Majalah Sabili, Annida, Koran Sindo, Media Indonesia, Harian Singgalang, Padang Ekspres, Metro Riau dan lain-lain.
Hingga kini Maman terus aktif sebagai Trainer dan Inspirator dengan menjadi public speaking di berbagai tempat. Mulai dari kampong halamannya Sijunjung, Kota Sawahlunto, Padang, Pekanbaru, Lombok, Jakarta dan kota-kota lainnya. Dia bertekad berperan aktif menginspirasi Indonesia dengan lisan dan tulisan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar