Judul Buku : Belajar Aktif
dengan Otak Teraktif
Penulis : Mamanto Fani
Jumlah Halaman : (iv + 163 halaman)
Penerbit : Gramata Publishing
Tahun Terbit : 2014
Satu hal yang hingga
saat ini dicari oleh para pembelajar, terutama mereka yang tengah menempuh
pembelajaran di jenjang pendidikan formal adalah bagaimana formulasi belajar
efektif yang pas bagi diri sendiri.
Tantangan dan beban
belajar semakin berat. Persaingan untuk berprestasi dalam belajar dan dalam
hidup pun semakin ketat. Semua tantangan itu membutuhkan solusi, yaitu
bagaimana metode belajar yang efektif bagi setiap orang yang belajar dan
bagaimana pula agar proses belajar itu harus dijalani dengan penuh kesenangan. Sehingga,
si pembelajar tidak malas, tidak bosan, bahkan sebaliknya menjadi ketagihan
belajar.
Dalam konteks belajar
metode belajar terbaik adalah bila metode itu bersesuaian dengan potensi
terbaik yang dimiliki seseorang. Potensi terbaik di sini adalah kecerdasan atau
bakat alami yang sudah dianugerahkan Tuhan kepada setiap orang. Pada perkembangan
ilmiah tentang penemuan bakat alami dan kepribadian seseorang, di Indonesia
sekarang sudah ditemukan konsep STIFIn bersama finger print test-nya. Sebuah konsep yang merupakan sintesa dari
berbagai teori tentang kecerdasan dan kepribadian untuk menemukan secara simple
dan akurat jenis kecerdasan dan kepribadian seseorang.
STIFIn yang beraliran Jungian
mengelompokkan semua orang di atas dunia ke dalam lima jenis kecerdasan, yaitu Sensing (S), Thinking (T), Intuiting (I),
Feeling (F), dan Insting (In). STIFIn mengelompokkan jenis kepribadian menjadi
sembilan jenis kepribadian genetic yaitu, Sensing
introvert (Si), Sensing ekstrovert (Se),
Thinking introvert (Ti), Thingking ekstrovert, Intuiting introvert (Ii),
Intuiting ekstrovert, Feeling introvert (Fi),
Feeling ekstrovert (Fe) serta Insting (In). Dalam konsep STIFIn, semua
jenis kecerdasan dan kepribadian itu berpengaruh langsung dalam kehidupan
seseorang yang oleh karenanya pula harus diaplikasikan dalam berbagai hal
kehidupan.
Konsep STIFIn
meletakkan lima kecerdasan itu pada dimensi personalitas yang merupakan dasar
seseorang yang belum diapa-apakan. Masing-masing tipe kecerdasan memiliki
jalannya sendiri untuk sampai ke dimensi paling tinggi, yakni spiritualitas (Personalitas,
Mentalitas, Moralitas, Spritualitas).
Dalam konsep STIFIn,
kepribadian terbentuk dari bertemunya kecerdasan dengan apa yang disebut
sebagai kemudi; Introvert (i) dan ekstrovert (e), sedangkan jenis kendaraannya
adalah mesin kecerdasan. Fungsi dominan otak mereka yang introvert ada di
sebelah dalam, sedangkan ekstrovert ada di sebelah luar. Seseorang berkepribadian
introvert lebih cenderung termotivasi oleh hukuman, sedangkan mereka yang
ekstrovert lebih mudah termotivasi oleh hadiah. Itu kalau dilihat dari sisi
motivasinya.
Belajar dengan bakat alami
Ketika Anda sudah
mengetahui bakat alami, Anda sudah langsung dapat mengetahui cara belajar apa
yang paling pas untuk pribadi seperti Anda untuk dilaksanakan.
Gaya belajar orang Sensing adalah dengan mencontoh, yang
berarti memaksimalkan kapasitas memorinya dan kehebatan pancainderanya. Oleh karena
itu, cara belajar yang pas adalah dengan mencontoh apa yang ditangkap pancainderanya
sedetail mungkin, kemudian menyimpan di dalam memorinya yang daya ingatnya di
atas rata-rata.
Gaya belajar orang Tinking dengan menganalisa. Maksudnya adalah
dengan melihat cara kerja, durasi, hasil dan sebagainya. Dengan menganalisa,
merumuskan dan menalarkan, ilmu dan informasi yang didapat akan tersimpan di
dalam otaknya.
Gaya belajar orang Intuiting adalah dengan mencari ide dan
pola. Orang Intuiting senang membaca
berbagai referensi, baik cetak maupun visual seperti slide. orang Intuiting
mencari pola atau kesamaan dari semua informasi, sehingga dia bisa menyimpulkan
benang merah yang sedang dipelajarinya. Informasi yang menancap atau tersimpan
di kepalanya dapat dikembangkan lebih detail lagi.
Gaya belajar orang Feeling adalah dengan melalui orang. Maksudnya,
orang Feeling membutuhkan mediator
pembelajaran untuk menyerap ilmu berupa orang. Pendengaran dan interaksi
interpersonalnya membuat proses belajarnya lebih mudah.
Gaya belajar orang Insting adalah dengan merespon secara
cepat dan merangkum. Sebenarnya orang insting
bisa belajar memakai gaya belajar semua mesin kecerdasan. Maka bagi orang insting, temukan intinya, rangkum semua
masalah baru kemudian dirinci ke pengkal permasalahan yang sedang
dipelajarinya.
Kelebihan
Buku ini mempunyai judul yang
sangat menarik bagi pembaca karena singkat tetapi padat dalam makna. Buku ini
juga memiliki pemvisual-an yang
cukup menarik, sehingga banyak menarik minat pembaca terutama yang masih usia
muda atau pelajar.
Buku ini menjelaskan bahwa setiap
manusia dilahirkan dengan kekhassan masing-masing. Dan setiap manusia mempunyai
bakat alami dalam belajar sehingga setiap seseorang mempunyai gaya belajar
sendiri sesuai bakat masing-masing individu.
Buku ini juga menjelaskan bahwa
otak teraktif adalah bakat alami kita. Jika kita belajar dengan bakat alami
atau metode belajar yang kita gunakan sesuai dengan bakat alami kita maka hasil
belajar kita akan memuaskan. Karena untuk belajar yang enjoy, untuk belajar yang
terus bertumbuh, untuk belajar yang mngantarkan kepada keahlian, untuk belajar
yang penuh cinta dan belajar sepenuh hati, kata kuncinya adalah belajarlah
dengan bakat alami atau otak teraktif.
Di dalam buku ini tertulis bahwa,
berdasarkan teori belahan otak dari seorang neorosaintis (Ned Herman), otak
terdiri dari neokortek kiri, limbic
kiri, neokortek kanan, limbic kanan plus satu bagian, yaitu otak tengah.
Diantara bagian-bagian otak ini terdapat satu belahan atau bagian yang paling
aktif dan mendominasi dari bagian yang lain. Bahkan juga dalam melakukan
aktivitasnya, ada bagian otak yang memimpin bagian otak yang lain. Bagian itu
pula memunculkan kekhassan diri Anda dari orang lain.
Buku ini menawarkan sebuah konsep
formulasi pembelajaran tentang penemuan bakat alami dan kepribadian seseorang
yang disebut konsep STIFIn. Sebuah konsep yang merupakan sintesa dari berbagai
teori tentang kecerdasan dan kepribadian untuk menemukan secara simple dan
akurat jenis kecerdasan dan kepribadian seseorang.
STIFIn adalah penyederhanaan dari
bagian otak teraktif yang titik tolak awalnya adalah teori Carl Gustav Jung
yang kemudian disempurnakan oleh Farid Poniman sebagai penemu STIFIn dengan
satu bagian lagi, yaitu In (Insting). STIFIn yang beraliran Jungian ini mengelompokkan
jenis kecerdasan dalam lima jenis kecerdasan yaitu; S (Sensing) mewakili limbic
kiri sebagai bagian otak teraktif, T (Thinking) mewakili neokortek kiri sebagai
bagian otak teraktif, I (Intuiting) mewakili neokortek kanan sebagai bagian
otak teraktif, F (Feeling) mewakili limbic kanan sebagai bagian otak teraktif,
dan In (Insting) mewakili midbrain (otak tengah) sebagai otak teraktif. STIFIn
mengelompokkan jenis kepribadian menjadi sembilan jenis kepribadian genetic
yaitu, Sensing introvert (Si), Sensing ekstrovert (Se), Thinking introvert (Ti), Thingking ekstrovert, Intuiting introvert (Ii),
Intuiting ekstrovert, Feeling introvert (Fi),
Feeling ekstrovert (Fe) serta Insting (In). Dalam konsep STIFIn, semua
jenis kecerdasan dan kepribadian itu berpengaruh langsung dalam kehidupan
seseorang yang oleh karenanya pula harus diaplikasikan dalam berbagai hal
kehidupan.
Kelemahan
Berdasarkan yang termuat dalam buku
ini, meskipun konsep yang dipaparkan sangat bagus akan tetapi prosentasi
keberhasilan konsep STIFIn ini tidak dipaparkan semua, sehingga pembaca masih
meragukan tingkat keakuratan konsep STIFIn dalam menemukan secara simple
kecerdasan dan kepribadian seseorang. Sebaiknya data yang dimasukkan cukup
rinci sehingga pembaca yakin untuk menerapkan konsep formulasi belajar STIFIn.
Profil Penulis
Mamanto Fani adalah
seorang trainer, writer dan inspirator certified NNLP Practitioner, licensed
STIFIn promoter dan alumni Akademi Trainer besutan Inspirator Sukses Mulia
Jamil Azzaini. Pria kelahiran Pematang Panjang, Sumatera Barat, 28 November
1980 ini menempuh pendidikan formal strata satu (S-1) di Fakultas Peternakan
Universitas Andalas Padang dan (S-2) di program Magister Manajemen Uiversitas
Negeri Padang ( belum selesai ).
Sejak tahun 2002, anak
ketiga dari pasangan Sultan Fakhrudin (alm) dan Yuslini ini sudah aktif menulis
di media masa dan tahun 2009 menerbitkan buku. Merintis aktivitas sebagai
pembicara berbagai tema di berbagai tempat, seperti perusahaan, organisasi
mahasiswa, pelajar pada bidang pengembangan diri, keorganisasian dan
pemberdayaan masyarakat. Pada tahun 2006 ikut mendirikan dan bergabung pada
Abdurrahman Bin Auf Leadership & Entrepreneurship Center di Pekanbaru.
Pada tahun 2009 penulis
menikah dengan kekasih hatinya, Ns. Vesdiana, S.Kep. Hingga kini sudah
dikarunia 2 orang putrid dan 1 orang putra. Ketiga buah hatinya adalah Delila
Tsurayya Mantofani, Rodhia Adiva Mantofani dan Muhammad Gathfan Mantofani.
Dalam organisasi
mahasiswa dan kepemudaan, Maman pernah menjadi Ketua Umum Kesatuan Aksi
Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Sumatera Barat tahun 2003-2004 dan
ketua Biro Pengembangan Organisasi PP KAMMI tahun 2004-2006. Penulis juga
pernah menjadi pengurus KNPI Sumatera Barat Periode 2010-2013. Pada tahun 2009 Mamanto
Fani merintis karir politik dan menjadi anggota DPRD Kabupaten Sijunjung
periode 2009-2014.
Pada tahun 2011 Maman
memperdalam ilmu parenting dengan mengikuti program sekolah pengasuhan anak
(PSPA) di Bandung dan juga mengikuti program disiplin anak (PDA) sebagai
lanjutan di Auladi Parenting Schools.
Di dunia trainer,
Mamanto juga aktif meningkatkan keahlian training di Akademi Trainer. Ia
mengikuti Trainer For Trainers (TFT) dan Workshop STIFIn Level (WSL) 1 dan
(WSL) 2 di Jakarta. Maman juga ikut mendalami STIFIn Tematik, terutama STIFIn
Parenting, STIFIn Learning dan Profession yang diselenggarakan oleh KUBIK.
Sedangkan, di Akademi Trainer Maman mengikuti program Trainer Bootcamp & Contest
(TBnC) di Bogor. Dia juga tergabung sebagai member Gold di Trainerlaris.com
Dalam mengoptimalkan
perannya di dunia training dan ikut aktif mengispirasi Indonesia, penulis buku
“Hidup Sekali Mesti Berarti” Ini mendirikan lembaga pelatihan Manusia Juara
Learning Center Sijunjung dan mengembangkan HAMKAMUDA Training & Consulting
Center. Dia juga mendirikan Rumah Pintar Manusia Juara. Tulisan-tulisannya
pernah di muat di Majalah Sabili, Annida, Koran Sindo, Media Indonesia, Harian
Singgalang, Padang Ekspres, Metro Riau dan lain-lain.
Hingga kini Maman terus
aktif sebagai Trainer dan Inspirator dengan menjadi public speaking di berbagai
tempat. Mulai dari kampong halamannya Sijunjung, Kota Sawahlunto, Padang,
Pekanbaru, Lombok, Jakarta dan kota-kota lainnya. Dia bertekad berperan aktif
menginspirasi Indonesia dengan lisan dan tulisan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar