Translate

Rabu, 13 Mei 2015

Teori Belajar Kognitivisme



TEORI BELAJAR KOGNITIVISME
Teori kognitivisme merupakan salah satu teori yang melibatkan penggunaan unsur-unsur yang mengandung kognitif atau mental. Menurut teori ini, belajar adalah sebuah proses mental yang aktif untuk mencapai, mengingat, dan menggunakan pengetahuan sehingga perilaku yang tampak pada manusia tidak dapat diukur dan diamati tanpa melibatkan proses mental seperti motivasi, kesengajaan, keyakinan, dan lain sebagainya (Baharuddin & Wahyuni, 2007: 88). Adapun teori ini didukung oleh beberapa ahli, diantaranya Jean Piaget, Jerome Bruner dan David P. Ausubel.

1.      Jean Piaget
Menurut Jean Piaget terdapat 3 proses dasar yang mempengaruhi perkembangan kognitif, diantaranya asimilasi, akomodasi dan ekuilibrasi. Asimilasi merupakan pemanduan informasi baru dengan struktur kognitif yang telah dimiliki sedangkan akomodasi penyesuaian struktur kognitif yang dimiliki dengan informasi baru dan ekuilibrasi merupakan penyesuaian yang terjadi secara terus menerus antara proses asimilasi dan akomodasi. Dan perlu diketahui dalam perkembangan kognitif terjadi sebuah proses seperti melihat, menyentuh dan beradaptasi, yaitu penyesuaian terhadap lingkungan.  


2.      Jerome Bruner
Teori ini beranggapan bahwa proses belajar yang baik dapat dilakukan seperti seseorang pendidik memberikan kesempatan kepada siswa agar menemukan sebuah sebuah konsep sendiri. Misalnya peserta didik dibiarkan untuk menemukan rumus luas kubus secara induktif sehingga nantinya mendapatkan sebuah rumus tersebut. Menurut Bruner, terdapat 3 tahapan kognitif, yaitu: tahap enaktif,  seorang individu melakukan sesuatu untuk mengenali lingkungan (observasi). Tahap kedua yaitu ikonik, aktivitas seorang individu belajar melalui gambaran-gambaran. Tahap ketiga yaitu simbolik tahap ini mengenai memanipulasi sesuatu yang abstrak menjadi sebuah simbol . Implikasi Teori ini dalam proses pembelajaran, misalnya memberikan peserta didik dengan suatu masalah, sehingga peserta didik tersebut berusaha memecahkan masalahnya itu sendiri dengan cobaan demi percobaan.


3.      David P. Ausubel
Teori ini mengutamakan belajar yang bermakna. Terdapat perbedaan belajar menerima dan menemukan. Dengan menerima seorang individu hanya menghafal sedangkan menemukan seorang individu tidak hanya menerima saja melainkan menemukan sebuah konsepnya sehingga belajar tersebut lebih bermakna.  Belajar yang bermakna terjadi jika seorang individu mengumpulkan kejadian-kejadian baru kedalam struktur pengetahuan yang dimilikinya.

Aplikasi Teori Belajar Kognitif dalam Proses Belajar dan Pembelajaran
Dalam teori belajar kognitif, siswa diharapkan mampu terlibat secara aktif dalam proses belajar dalam memadukan informasi baru terhadap struktur kognitif yang telah dimilikinya misalnya sebagai hasil pengalaman sehingga proses belajar tersebut sangat bermakna bagi siswa itu sendiri. Aplikasi teori belajar kognitif dalam proses pembelajaran berupa langkah-langkah pembelajaran:
·         Menurut Piaget:
1.      Menentukan tujuan pembelajaran
2.      Memilih materi pelajaran
3.      Menentukan topik-topik dalam pembelajaran
4.      Menentukan kegiatan yang bersesuaian dengan topik-topik
5.      Mengembangkan metode pembelajaran
6.      Mengevaluasi  proses belajar siswa
·         Menurut Bruner:
1.      Menentukan tujuan pembelajaran
2.      Melakukan identifikasi karakteristik siswa (misalnya struktur kognitif awal siswa)
3.      Memilih materi pelajaran
4.      Memilih topik-topik dalam pembelajaran untuk dipelajari siswa secara induktif (dari khusus ke umum)
5.      Mengembangkan bahan-bahan belajar
6.      Mengatur topik-topik dalam pembelajaran dari sederhana ke kompleks
7.      Mengevaluasi  proses belajar siswa
·         Manurut Ausubel:
1.      Menentukan tujuan pembelajaran
2.      Melakukan identifikasi karakteristik siswa (misalnya struktur kognitif awal siswa)
3.      Mamilih materi pelajaran dan menampilkannya dalam bentuk konsep-konsep inti
4.      Menentukan topik-topik dalam pembelajaran dalam bentuk advance organizer (misalnya dibantu dengan sarana peta konsep, diagram, dll)
5.      Menerapkan konsep-konsep  inti dalam bentuk nyata
6.      Mengevaluasi proses belajar siswa





KELEBIHAN TEORI BELAJAR KOGNITIF

  1. Dapat membantu guru untuk mengenal siswa secara indiviidu dan meningkatkan kemampuan siswa untuk memecahkan masalah
  2. Dapat melihat tingkat perkembangan kognitif manusia mulai dari bayi hingga dewasa sehingga memudahkan untuk memilih pelajaran yang tepat bagi anak di usia tertentu
  3. Dapat mempelajari materi pembelajaran yang rumit untuk memecahkan dan untuk menciptakan kreasi atau ide baru


KEKURANGAN TEORI BELAJAR KOGNITIF

  1. Teori ini dianggap dekat dengan psikologi belajar daripada teori belajar, sehingga dalam proses belajar menjadi tidak mudah
  2. Teori ini dianggap sulit dipraktekkan secara murni karena seringkali merasa bingung untuk memahami unsur-unsur kognitif menjadi bagian-bagian yang jelas
  3. Teori ini tidak menyeluruh untuk semua tingkat pendidikan
  4. Teori ini sulit dipraktekkan khususnya ditingkat lanjut dan beberapa dari teori ini sulit dipahami dan pemahamannya masih belum tuntas.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar